Redelong - Tingginya curah hujan yang menguyur kabupaten Bener meriah dan menyebabkan terjadinya bencana alam serta melumpuhkan semua akses transportasi disejumlah kecamatan dalam kabupaten setempat
Hingga saat ini, hari ketiga terjadinya banjir bandang dan tanah longsor seluruh akses warga masih lumpuh total antar kecamatan" Minggu 30 Nop 2025
"Sulitnya evakuasi korban saat ini, karena seluruh akses jalan menuju lokasi terputus total, saat ini petugas yang sudah kita terjunkan sedang berupaya mengevakuasi korban dengan cara manual karena tidak dapat di jangkau oleh kendaraan.
Dandim 0119/BM Letkol Inf Ahmad Fauzi mengatakan, Musibah yang terjadi berupa banjir bandang hampir keseluruhan wilayah kecamatan dalam kabupaten Bener Meriah lumpuh total, dan saat ini petugas dari TNI - Polri BPBD, Basarnas dan instansi lainya sudah dikerahkan ke seluruh lokasi yang terkena bencana alam" Ujarnya
Dikatakan Dandim, saat ini untuk jalan lintas Takengon Bireuen masih lumpuh total, dan akses jalan lewat jalur KKA dari Bener Meriah menuju Lhokseumawe juga terputus adapun akses jalan yang digunakan masyarakat adalah jalan terobosan dari hutan dan sungai dengan cara berjalan kaki.
Lanjutnya" Pasca terjadinya banjir bandang jumlah akses jembatan yang terputus 45 jembatan sedangkan jalan yang terputus 21, jumlah titik longsor 39 lokasi, titik lokasi banjir 27 lokasi di seluruh kabupaten Bener Meriah.
Adapun jumlah korban sampai saat ini yang sudah kita data berjumlah 26 orang, sedangkan jumlah orang hilang dari data setiap wilayah saat ini sudah 31 orang
Dari 10 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah antara lain Kecamatan Pintu Rime Gayo jumlah pengungsi 1.348 yang terisolir 16.897,Timang Gajah 1.158 yang terisolir 22.023, Gajah Putih 207 yang terisolir 10.396, Wih Pesam 2.614 yang terisolir 26.211, Bukit 1.013 yang terisolir 32.645, Bandar 102 yang terisolir 31.026, Bener Kelipah yang terisolir 5.785 , Permata 23.815 yang terisolir 20. 006, Mesidah 6.104 yang terisolir 6.116 Dan Syah Utama 1320 yang terisolir 2.412.

0 komentar:
Posting Komentar